Rekiblik Bagong
Akrilic on Canvas, 2013. Juga sebagai tema Pameran. Dan pada buku katalog pamerannya, Purwadmadi Admadipurwa menulis sebagai berikut:
ORANG-ORANG di pinggiran, mungkin, orang-orang tak
berteriak. Tetapi, bukan berarti orang diam. Jagat kecil manusia Jawa, selalu menempatkan
diri pada ruang-ruang besar kosmologis tak terhingga. Mereka paham akan
keluasan alam pelingkup diri, tetapi merasa tak perlu harus tahu batas ketakterhinggaan
itu. Sesuatu yang terukur tetapi tak bisa diukur. Maka, mereka selalu berbuat
sebagai wiradat dari kodratnya. Mereka membangun suatu frame perubahan dalam
ketakterhinggaan itu, sekaligus berbuat untuk dan atas nama perubahan. Setiap
kali terdapat pengukuran, hanya serba relatif yang didapat. Figurisasi “Bagong”, bagian dari ukuran tafsir
orang kebanyakan, atas dinamika gejolak perubahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar